Jumat, 27 Maret 2020

Dampak negatif penggunaan internet terhadap perkembangan kognitif anak usia dini


A.     Sebuah Ilustrasi

(Kasus pertama )


(Kasus kedua)




A.     Teori Perkembangan Kognitif  
Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan anak. Kemampuan kognitif anak akan mengalami perkembangan tahap demi tahap. Kemampuan kognitif  dapat dipahami sebagai kemampuan anak untuk berpikir secara kompleks serta melakukan penalaran. Sehingga apabila kemampuan kognitifnya berkembang secara benar maka anak akan mampu berinteraksi dengan baik kepada orang orang disekitar lingkungannya.
Menurut Piaget, anak-anak memiliki cara berpikir berbeda dari orang dewasa. Piaget membagi tahapan perkembangan kognitif anak usia dini dalam empat tahap.
1.         Tahap sensorimotor (0-24 bulan)
Setiap bayi lahir dengan refleks bawaan dan dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Pada tahap perkembangan kognitif awal ini, si Kecil belum dapat mempertimbangkan kebutuhan, keinginan, atau kepentingan orang lain, sehingga ia dianggap “egosentris”.
2.         Tahap praoperasional (2-7 tahun)
Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, meski masih sangat terbatas. Si Kecil pun sudah masuk ke dalam lingkungan sosial. Si Kecil juga masih tergolong “egosentris” karena hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang diri sendiri dan kesulitan melihat dari sudut pandang orang lain. Ia sudah dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda berwarna merah, walaupun bentuknya berbeda-beda.
3.         Tahap operasional konkret (7-11 tahun)
Pada masa ini, anak sudah mampu melakukan pengurutan dan klasifikasi terhadap objek maupun  situasi tertentu. Kemampuan mengingat dan berpikir secara logis si Kecil pun makin meningkat. Ia mampu memahami konsep sebab-akibat secara rasional dan sistematis sehingga si Kecil mulai bisa belajar matematika dan membaca. Pada tahapan ini pula sifat “egosentris” si Kecil menghilang secara perlahan. Ia kini sudah mampu melihat suatu masalah atau kejadian dari sudut pandang orang lain.
4.         Tahap operasional formal (mulai umur 11 tahun)
Pada masa ini, anak sudah mampu berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. Ia dapat menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.
Kemampuan yang berkembang pada memori pada masa kanak-kanak awal. Model pemrosesan informasi mendeskripsikan tiga tahap dalam mengingat :
  ü  Encoding : Proses dimana informasi dipersiapkan untuk penyimpanan jangka panjang dan                pemanggilan kembali di kemudian hari.
  ü  Storage : Penyimpanan ingatan untuk penggunaan di masa depan.
  ü  Retrieval : Proses dimana informasi diakses atau dipanggil kembali dari penyimpanan ingatan.


Analisa :

(kasus pertama)
Karena anak tersebut masih berusia 3-5 tahun maka dapat di kaitkan dengan tahap praoperasional. Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, meski masih sangat terbatas. Rangsangan tersebut berupa pemberian gadget oleh orang tuanya sehingga si anak mulai merespon apabila gadget tersebut ada. Anak juga masih tergolong “egosentris” karena hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang diri sendiri dan kesulitan melihat dari sudut pandang orang lain. Dapat terlihat dari kasus tersebut, sang anak hanya sibuk memainkan gadget untuk mengakses internet sampai tidak melakukan hal lain seperti makan, buang air kecil, dan buang air besar. Hal tersebut terjadi karena anak masih belum mengerti apa yang ia lakukan, menurut pandangannya hal itu adalah benar dan tidak menjadi masalah, berbeda dengan pandangan ibu nya.  Anak pun sudah masuk ke dalam lingkungan sosial yang seharusnya ia lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, bukan menjadi  anak yang kurang bersosialisasi dengan dunia nyatanya karna lebih fokus terhadap dunia maya. Usia  3 tahun pada anak, ialah dimana usia tersebut sering disebut dengan masa “Golden Age” dimana seharusnya kita melatih hal-hal yang positif untuk anak karena anak anak selalu mengingatnya.

(kasus kedua)  
Pada kasus kedua juga anak masih berumur 4 tahun, itu tanda nya terkait dengan tahap Praoperasional. Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, meski masih sangat terbatas. Rangsangan tersebut berupa pemberian gadget terlalu dini oleh orang tuanya sehingga si anak mulai merespon apabila gadget tersebut ada. Karena anak masih tergolong egosentris, maka yang ia lakukan hanyalah memainkan kesenangannya tersebut sampai  lupa untuk menanggapi hal hal yang ada disekitarnya. Perkembangan kognitif mulai terlihat terganggu ketika ia mulai lambat merespon dan menjawab jika diajak berbicara atau bahkan tidak menjawab sama sekali. Perilaku emosianal yang ditimbulkan dari mengakses internet berlebihan juga cerminan dari masa egosentris nya, karena ia hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang diri sendiri dan kesulitan melihat dari sudut pandang orang lain. Sehingga ketika ia memukul dan memarahi teman teman nya yang ia tangkap adalah hal tersebut benar karena merasa terancam akan gangguan terhadap kesenangannya yaitu mengakses internet di gadget.
Dari (kasus 1) dan (kasus 2) juga berkaitan dengan pemrosesan informasi dalam memori . Dimulai dari tahap encoding, ketika anak diberikan informasi dari orang disekitarnya seperti orang tua berupa sesuatu yang seharusnya belum di perkenalkan kepada anak usia dini seperti internet maka ia akan mengganggap informasi tersebut adalah sesuatu yang tidak menjadi masalah dan mulai akan dipikirkan dalam jangka panjang. Selanjutnya tahap storage, pada tahap ini anak mulai mengingat dan menyimpannya didalam ingatan bahwa internet akan dapat diaksesnya kembali. Hingga tahap retrieval, anak tersebut sepenuhnya ingat dan mengakses internet tersebut bahkan apabila ia lupa maka ingatan itu kan dapat dimunculkannya kembali. 


Kesimpulan 

Perkembangan kognitif pada anak ,khususnya anak usia dini merupakan hal penting bagi orang tua. Karena orang tua adalah pengajar pertama di dalam kehidupan anak. Orang tua harus selalu mendampingi perkembangan anaknya agar tidak terjadi gangguan yang tidak seharusnya terjadi. Penggunaan internet berlebih yang terlalu dini untuk anak, dapat menimbulkan banyak dampak bagi perkembangannya khususnya perkembangan kognitif. 


Daftar Pustaka
Arya. 2010. Perkembangan kognitif pada anak. (online). (http://ilmupsikologi.wordpress.com/2010/03/31/perkembangan-kognitif-pada-anak/. Diakses 22 maret 2020.
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.



Nama anggota kelompok :
  1. Fathimah Azzahra Kamila (12518587)
  2. IkanYuniati ningsih (13518238)
  3. Lamiya Lukman Faris (13518743)
  4. Rafi Alfian P (15518752)
  5. Rifani Indrianti (16518134)







                                                                                                   








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Kasus Flaming

A. KASUS FLAMING   Hal ini bermula dari video Bintang Emon yang menyindir soal kasus Novel Baswedan. Pria bernama asli Gusti Muhammad Ab...