- Ilustrasi
Ada Perkembangan sosial terlihat cukup maju dewasa ini, dimana peningkatan interakasi
sosial yang berjumlah cukup tinggi berbasis teknologi informatika. Sosial Media seperti Facebook, WhatsApp, BBM, Instagram, Twitter dan sosial media lainnya. Berdasarkan laporan International
Telecom Union (ITU)
pada tahun 2012 mencatat bahwa Indonesia menempati sebagai negara pengguna
sosial media kedua terbesar dunia setelah Filipina. luar biasa bukan?
Sedangkan menurut Kementrian Komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia, Pengguna Internet sudah mencapai 63 juta orang, dari para pengguna
tersebut tedapat 95% menggunakan Internet untuk kebutuhan media sosial, bahkan Indonesia menduduki peringkt
ke-4 penggunaan Facebook dengan
65 pengguna aktif, Peringkat
ke -5 pengguna Twitter, dengan 19,5 juta pengguna aktif, Google dengan 3,4 juta
pengguna, Line
10 Juta Pengguna dan sebagianya.
Jumlah yang sangat-sangat fantastis. Dari
data-data tersebut menjadikan pola keseharian masyarakat di Indonesia khususnya
sering menjalankan program Internet sebagai proses interaksi sosial. Kita bahkan bisa mempelajari dan mengenal karakter
seseorang lewat caranya memposting status, berkomentar
ataupun bahkan dengan melihat teman-temannya
di
akun jejaring sosialnya. Media
sosial sangat memungkinkan masyarakat berinteraksi bersosial dengan siapapun, tanpa terbatas ruang dan waktu,
bahkan jarak sekalipun namun perlu di ingat sikap bijaksana dan beretika tetap
di kedepankan dalam menggunakan internet dan berselancar menggunakan jejering
sosial media. (AFN)
- Teori Psikologi Sosial Terhadap Interaksi Antar Individu
Psikologi Sosial adalah salah satu cabang ilmu
psikologi yang mengkaji tingkah laku individu di dalam situasi sosial, dengan
melakukan kajian dan analisis tentang bagaimana manusia mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Berdasarkan pengetahuan tersebut,
Psikologi Sosial membuat intervensi untuk membentuk tingkah laku manusia agar
lebih adaptif dan tepat guna dalam situasi dimana manusia itu berada.
Teori kognitif-sosial Albert Bandura berusaha
menjelaskan belajar dalam latar naturalistik. Berbeda dengan latar
laboratorium, lingkungan sosial memberi banyak kesempatan bagi individu untuk
mendapatkan keterampilan dan kemampuan yang kompleks melalui observasi perilaku
model dan konsekuensi behavioral.
Area
penelitian psikologi sosial di kaji berdasarkan empat tingkat analisis, yaitu
(1) Intraindividu, (2) Antarindividu, (3) Intrakelompok, dan (4) Antarkelompok.
Pada tingkat Intraindividu, fokus kajiannya pada proses-proses internal
individu dalam situasi sosial tertentu; misalnya proses kognisi, afeksi,
biologis dan persarafan, konsep diri atau kepribadian individu tersebut. Pada
tingkat Antarindividu, tingkah laku manusia dikaji melalui proses yang terjadi
antarindividu yang terlibat dalam suatu situasi; misalnya komunikasi, pola
relasi, dan peran figur signifikan. Pada tingkat Intrakelompok, fokus kajian
terutama pada berbagai proses dan tingkah laku yang terjadi di dalam kelompok
tempat individu menjadi anggotanya; misalnya status, peran, kepemimpinan dan
kerja sama di dalam kelompok. Terakhir, pada tingkat Antarkelompok, area
penelitian berfokus pada proses dan tingkah laku yang terjadi dalam interaksi
antar kelompok; misalnya identitas kelompok, stereotipe dan prasangka,
kekuasaan, relasi kelompok mayoritas-minoritas, kerja sama dan konflik
antarkelompok.
Keempat tingkat analisis serta masing-masing topik
di dalamnya dikembangkan dengan metode ilmiah dalam rangka pengembangan ilmu
pengetahuan serta diterapkan dalam berbagai program intervensi.
Dampak Psikologis Teknonologi Internet
Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, tentu internet akan
bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi
penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan
terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak
orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan menutup diri terhadap komunikasi sosial
dengan kebanyakan ngebrowse atau karena internet dapat dipakai sebagai pelarian
dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadian. Hal itu dapat terjadi
karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online
11 Universitas Pasundan dengan offline. Motivasi dibalik itu tentu berbeda
antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya
adalah karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap diri sendiri (mungkin
karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), menciptakan dan
menampilkan kepribadian yang lain seringkali lebih suka pada kepribadian hasil
rekayasa yang baru karena tampak ideal. Salah satunya internet mempengaruhi pola interaksi
antar manusia.
Pola Interaksi Antar Manusia Kehadiran
komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah mengubah
pola lnteraksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah
membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program
internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik
dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet)
telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan
saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui
internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan
komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anakanak bisa asyik
mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
- Analisis
Pada era digital
seperti sekarang, internet sangatlah bermanfaat, contoh seperti pada kasus
diatas yaitu sebagai interaksi antar individu untuk bersosialisasi. Internet
memudahkan individu dalam melakukan interaksi sosial tanpa harus bertatap muka
karena dengan adanya internet kita bisa melakukan interaksi jarak jauh melalui sosial media yang
tersedia.
Dengan adanya
internet, individu dengan mudah mendapatkan banyak teman bahkan orang asing
sekalipun, dengan begitu dapat membuat individu dengan mudahnya mempelajari dan
menguasai bahasa asing dengan teman-temannya. Interaksi yang mudah dan dapat
dilakukan kapanpun dan dimanapun. Adanya internet juga membuat silaturahmi
antar individu menjadi sangat baik, contohnya dengan keluarga yang jauh dan
sulit untuk bertemu, individu tidak lagi khawatir apabila tidak dapat
menghubungi dan menanyakan kabarnya karena dengan internet dan banyaknya social
media individu dapat saling bertukar kabar bahkan melihat wajah dan keadaan
satu sama lain.
Daftar Pustaka
https://www.kompasiana.com/kikikartika/54f72a58a33311bc718b45e4/teori-kognitif-sosial-albert-bandura. Diakses 20 maret 2020.
Nama anggota kelompok :
Nama anggota kelompok :
- Fathimah Azzahra Kamila (12518587)
- IkanYuniati ningsih (13518238)
- Lamiya Lukman Faris (13518743)
- Rafi Alfian P (15518752)
- Rifani Indrianti (16518134)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar