Jumat, 27 Maret 2020

Dampak Positif Penggunaan Internet Terhadap Interaksi Sosial Antar Individu



  • Ilustrasi   

Ada Perkembangan sosial terlihat cukup maju dewasa ini, dimana peningkatan interakasi sosial yang berjumlah cukup tinggi berbasis teknologi informatika. Sosial Media seperti Facebook, WhatsApp, BBM, Instagram, Twitter dan sosial media lainnya. Berdasarkan laporan International Telecom Union (ITU) pada tahun 2012 mencatat bahwa Indonesia menempati sebagai negara pengguna sosial media kedua terbesar dunia setelah Filipina. luar biasa bukan?
 Sedangkan menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Pengguna Internet sudah mencapai 63 juta orang, dari para pengguna tersebut tedapat 95% menggunakan Internet untuk kebutuhan media sosial, bahkan Indonesia menduduki peringkt ke-4 penggunaan Facebook dengan 65 pengguna aktif, Peringkat ke -5 pengguna Twitter, dengan 19,5 juta pengguna aktif, Google dengan 3,4 juta pengguna, Line 10 Juta Pengguna dan sebagianya.
Jumlah yang sangat-sangat fantastis. Dari data-data tersebut menjadikan pola keseharian masyarakat di Indonesia khususnya sering menjalankan program Internet sebagai proses interaksi sosial. Kita bahkan bisa mempelajari dan mengenal karakter seseorang lewat caranya memposting status, berkomentar ataupun bahkan dengan melihat teman-temannya di akun jejaring sosialnya. Media sosial sangat memungkinkan masyarakat berinteraksi bersosial dengan siapapun, tanpa terbatas ruang dan waktu, bahkan jarak sekalipun namun perlu di ingat sikap bijaksana dan beretika tetap di kedepankan dalam menggunakan internet dan berselancar menggunakan jejering sosial media. (AFN)
                         
  •         Teori Psikologi Sosial Terhadap Interaksi Antar Individu

Psikologi Sosial adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mengkaji tingkah laku individu di dalam situasi sosial, dengan melakukan kajian dan analisis tentang bagaimana manusia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Berdasarkan pengetahuan tersebut, Psikologi Sosial membuat intervensi untuk membentuk tingkah laku manusia agar lebih adaptif dan tepat guna dalam situasi dimana manusia itu berada.
Teori kognitif-sosial Albert Bandura berusaha menjelaskan belajar dalam latar naturalistik. Berbeda dengan latar laboratorium, lingkungan sosial memberi banyak kesempatan bagi individu untuk mendapatkan keterampilan dan kemampuan yang kompleks melalui observasi perilaku model dan konsekuensi behavioral.

Area penelitian psikologi sosial di kaji berdasarkan empat tingkat analisis, yaitu (1) Intraindividu, (2) Antarindividu, (3) Intrakelompok, dan (4) Antarkelompok. Pada tingkat Intraindividu, fokus kajiannya pada proses-proses internal individu dalam situasi sosial tertentu; misalnya proses kognisi, afeksi, biologis dan persarafan, konsep diri atau kepribadian individu tersebut. Pada tingkat Antarindividu, tingkah laku manusia dikaji melalui proses yang terjadi antarindividu yang terlibat dalam suatu situasi; misalnya komunikasi, pola relasi, dan peran figur signifikan. Pada tingkat Intrakelompok, fokus kajian terutama pada berbagai proses dan tingkah laku yang terjadi di dalam kelompok tempat individu menjadi anggotanya; misalnya status, peran, kepemimpinan dan kerja sama di dalam kelompok. Terakhir, pada tingkat Antarkelompok, area penelitian berfokus pada proses dan tingkah laku yang terjadi dalam interaksi antar kelompok; misalnya identitas kelompok, stereotipe dan prasangka, kekuasaan, relasi kelompok mayoritas-minoritas, kerja sama dan konflik antarkelompok.
Keempat tingkat analisis serta masing-masing topik di dalamnya dikembangkan dengan metode ilmiah dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan serta diterapkan dalam berbagai program intervensi.
Dampak Psikologis Teknonologi Internet Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan menutup diri terhadap komunikasi sosial dengan kebanyakan ngebrowse atau karena internet dapat dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadian. Hal itu dapat terjadi karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online 11 Universitas Pasundan dengan offline. Motivasi dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap diri sendiri (mungkin karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), menciptakan dan menampilkan kepribadian yang lain seringkali lebih suka pada kepribadian hasil rekayasa yang baru karena tampak ideal. Salah satunya internet mempengaruhi pola interaksi antar manusia.
Pola Interaksi Antar Manusia Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah mengubah pola lnteraksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anakanak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

  •          Analisis

Pada era digital seperti sekarang, internet sangatlah bermanfaat, contoh seperti pada kasus diatas yaitu sebagai interaksi antar individu untuk bersosialisasi. Internet memudahkan individu dalam melakukan interaksi sosial tanpa harus bertatap muka karena dengan adanya internet kita bisa melakukan interaksi  jarak jauh melalui sosial media yang tersedia.
Dengan adanya internet, individu dengan mudah mendapatkan banyak teman bahkan orang asing sekalipun, dengan begitu dapat membuat individu dengan mudahnya mempelajari dan menguasai bahasa asing dengan teman-temannya. Interaksi yang mudah dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Adanya internet juga membuat silaturahmi antar individu menjadi sangat baik, contohnya dengan keluarga yang jauh dan sulit untuk bertemu, individu tidak lagi khawatir apabila tidak dapat menghubungi dan menanyakan kabarnya karena dengan internet dan banyaknya social media individu dapat saling bertukar kabar bahkan melihat wajah dan keadaan satu sama lain.



Daftar Pustaka
  1. Fathimah Azzahra Kamila (12518587)
  2. IkanYuniati ningsih (13518238)
  3. Lamiya Lukman Faris (13518743)
  4. Rafi Alfian P (15518752)
  5. Rifani Indrianti (16518134)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contoh Kasus Flaming

A. KASUS FLAMING   Hal ini bermula dari video Bintang Emon yang menyindir soal kasus Novel Baswedan. Pria bernama asli Gusti Muhammad Ab...