Kamis, 09 Juli 2020

Contoh Kasus Flaming

A. KASUS FLAMING
 
Hal ini bermula dari video Bintang Emon yang menyindir soal kasus Novel Baswedan. Pria bernama asli Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra ini menyoroti kasus baswedan dengan gaya khas, ditambah bumbu komedi. Setelah membuat video komedi yang mengomentari kasus Novel Baswedan tersebut di media sosial Twitter ramai postingan mengenai Bintang Emon. Dalam postingan yang diunggah beberapa warganet itu, komika 24 tahun ini justru diserang buzzer. Bintang dituduh telah menggunakan narkoba jenis sabu. 

Demi menjaga stamina menjadi komika Emon mengakui memakai Narkoba," tulis akun Twitter @Tiara61636212. Ada juga warganet yang menyebut Bintang menggunakan sabu untuk doping. "Bro Emon mulai gelisah, takut dites urin oleh aparat. Jangan pake sabu bro kalau mau doping... masa depanmu menjadi taruhan," tulis akun @LintangHanita. 

B. ANALISA KASUS 
 Berdasarkan contoh kasus di atas yang tersebar di media, pemberitaan mengenai komika Bintang Emon menjadi buah bibir dimasyarakat, khususnya pengguna sosial media. Pada jaman sekarang ini banyak sekali orang yang menggunakan fitur-fitur di sosial media, seringkali digunakan untuk hal-hal negatif. Salah satunya adalah komentar-kometar negatif dari para haters atau orang yang tidak menyukai seseorang. Komentar-komentar ini sering memprovokasi pengguna lain juga. Jadi pengguna lain ikut memberikan komentar negative dan ada juga yang terprovokasi dari kondisi yang biasa saja menjadi ikut tidak menyukai orang tersebut dan ikut memberikan komentar yang negatif. Flaming adalah tindakan provokasi, mengejek, ataupun penghinaan yang menyinggung orang lain, sehingga terjadi perdebatan. Menghina dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Jika secara lisan berarti menghina secara langsung atau dari mulut ke mulut. Sedangkan secara tulisan dapat kita lihat seperti tindakan yang akhir-akhir ini terjadi pada Bintang Emon yang beredar di sosial media, seperti twitter dan lain sebagainya. Sesuai dengan kasus diatas terdapat sebuah akun haters yang menyudutkan Bintang Emon dan menggiring opini publik menjadi buruk. Dalam postingan tersebut mengatakan bahwa Bintang Emon dituduh menggunakan atau memakai narkoba . Namun hal tersebut ditepis oleh Bintang Emon yang mengunggah tes pemeriksaan narkoba dengan hasil negatif yang ia posting di akun instagram miliknya. 
Perbuatan tersebut terdapat dalam undang-undang KUHP BAB XVI tentang penghinaan pasal 310 dijelaskan bahwa : 
(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun em pat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Meningkatnya penetrasi internet di Indonesia membuat kasus perundungan siber di media sosial makin marak terjadi. Di Indonesia, perundungan siber tidak hanya menimpa kalangan selebritas, tetapi juga masyarakat biasa. Beberapa kasus bahkan menyebabkan korbannya bunuh diri. Akan tetapi, pelaku merasa tidak bersalah. Dari fenomena ini perlu dijelaskan bentuk perundungan siber di media sosial dan pencegahannya bagi korban dan pelaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus dan observasi terhadap akun media sosial di Facebook, Path, Twitter, dan Instagram yang teridentifikasi perundungan siber. Sesuai dengan teori Willard, penelitian menunjukkan ada tujuh bentuk perundungan siber yaitu : 
  1. Flaming (pertengkaran daring), 
  2. Harassment (pelecehan), 
  3. Denigration (fitnah), 
  4. Impersonating (akun palsu), 
  5. Trickery (tipu daya), 
  6. Exclusion (pengucilan), dan 
  7. Cyberstalking (penguntitan siber). 
Di Indonesia, ditemukan tiga objek perundungan siber selain pada individu yaitu wilayah, agama, daninstitusi atau profesi tertentu. Langkah pencegahan yang perlu dilakukan adalah sosialisasi UU ITE dan etika berinternet yang disebut PIKIR yaitu Penting, Informatif, Kebaikan, Inspiratif, dan Realitas.

DAFTAR PUSTAKA 

KELOMPOK 6 : 
  • Fathimah Azzahra (12518587) 
  •  Ika Yuniati Ningsih (13518238) 
  •  Lamiya Lukman F (13518743) 
  •  Rafi Alifian (15518752) 
  •  Rifani Indrianti (16518134)

Jumat, 01 Mei 2020

Pengalaman Pribadi Saya Dalam Menggunakan Internet



Siapa sih yang tidak kenal dengan internet, pasti semua orang zaman sekarang mengenal apa itu internet. Apalagi di zaman sekarang yang semakin canggih. Pengalam saya terhadap penggunaan internet sehari-hari sangat banyak. Saya termaksud orang yang sering dalam menggunakan internet, kalau ditanya bagaimana sih pengalaman saya dalam menggunakan internet  saya menggunakan internet dalam kehidupan saya?

  • Yang pertama pengalam saya dengan menggunakan internet saya dapat mencari informasi-informasi yang saya butuhkan. Saya juga bisa mendapatkan semu informasi dengan mudah di internet. Contohnya dimasa sekarang dimana covid sedang menghebohkan satu dunia, saya selalu mencari inforasi terbar dan saya terus mengikut perkembangan mengenai covid-19 ini dengan membuka internet.
  • Yang kedua pengalaman saya dengan menggunakan internet saya lebih mudah berkomunikasi dengan teman-teman, saudara-saudara saya yang jauh dari saya. Saa basa menggunakan whatsap, atau line untuk berkomunikasi. Pada saat ini pasti semua orang menggunakan internet sebagai media comunication apalagi ditambah kita tidak boleh keluar rumah karna perintah dari pemerintah terkait baha covid-19 ini.
  • Yang ketiga pengalaman saya dengan menggunakan internet seperti social Networking. Baru-baru ini saya sering melakukannya. Saya suka belajar keompok dengan teman kelompok saya melalui online seperti whatsap. Asik jadi semuanya bisa mengerjakan kita bisa bagi tugas. Kalau kerja kelompok secara langsung menurut saya malah pada mengandalkan temannya satu sama lain.
  • Yang keempat internet tuh banyak sekali aksesnya, saya juga suka nonton youtube di internet, saya nonton Drama Korea juga. Sekarang lebih mudah dalam mencari hiburan di internet dikala kita sedang bosen karena dirumah aja. Kalau zaman dulu kan saya harus beli dvd supaya saya bisa nonton film, tapi sekarang tidak seru bukan teman-teman,,, hehehe
  • Yang kelima dengan internet saya bisa belajar dengan online (education). Dulu waktu saya SMA saya pernah les online di internet, saya belajar di Ruang Guru. Tidak perlu capek-capek datang ke tempat les, dengan membuka internet juga sudah bisa belajar dengan mudah. Tapi mungkin ada beberapa orang yang lebih paham belajar secara langsung dan tatap muka sih dibandingkan dengan virtual seperti ini.
  • Yang keenam dengan adanya internet semua mudah dijangkau. Sekarang jika saya ingin belanja saya sering pakai aplikasi belanja online lebih mudah dan praktis. Saya juga suka berjualan di online, kadang saya jual buku di aplikasi shopee, saya juga jual salad buah dan alhamdulillah dengan adanya berbelanja berbasis online memudahkan saya dalam berpromosi, memudahkan saya menjalani usaha, lumayan untuk tambah-tambah uang jajan hehehe,,,,. Tetapi menurut saya kurang efektif jika membeli baju di online, menurut pengalaman yang pernah saya alami saya sering kecewa jika beli celana di online shop yang kadang kekecilan pinggangnya atau kepanjangan.

Sekian pengalaman saya dalam menggunakan internet yang bisa saya bagikan semoga bisa bermanfaat untuk kalian yaa guys.... 🥰🥰

Selasa, 07 April 2020

HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN INTERNET ADDICTION PADA MAHASISWA

ABSTRAK :
Internet addiction merupakan fenomena yang mencemaskan dan menarik perhatian Internet telah membuat remaja kecanduan, karena menawarkan berbagai informasi, permainan, dan hiburan. Hal ini ditandai rasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet. Pecandu internet tidak dapat menghentikan keinginan untuk online sehingga kehilangan  kontrol dari penggunaan internet dan kehidupannya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self control dan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES serta hubungan antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Subjek penelitian ini adalah 65 mahasiswa FIP semester 5 dengan teknik sampling proportional sampling. Self control diukur dengan skala self control, koefisien reliabilitas sebesar 0,850 terdiri dari 31 aitem valid, rentang koefisien validitas dari 0,252 sampai dengan 0,680. Internet addiction diukur denga skala internet addiction, koefisien reliabilitas sebesar 0,868 terdiri dari 33 item valid, rentang koefisien validitas dari 0,267 sampai dengan 0,731. Uji korelasi menggunakan teknik korelasi product moment dengan program SPSS 12.0 for windows. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil : 1) ada hubungan negatif antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa FIP semester 5 UNNES ditunjukkan dengan r = -0,752 p = 0,000 dimana p < 0,01. 2) kategori self control tergolong rendah 93,85% berarti bahwa mahasiswa kurang mampu mengontrol perilaku, mengambil keputusan atau suatu tindakan yang cukup baik terhadap internet. 3) kategori internet addiction tergolong tinggi 96,92% berarti bahwa mahasiswa mengalami kecanduan terhadap internet ditandai dengan perhatian yang selalu tertuju pada internet, kurang dapat dalam mengontrol penggunaan internet. Adapun saran yang dapat penulis berikan bagi mahasiswa FIP sebagai pengguna internet harus lebih mampu memperbaiki self control agar tidak sampai taraf candu, sehingga dapat beraktivitas dengan baik dan seimbang.

TEORI KONTROL DIRI
Kontrol diri diartikan sebagai kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa ke arah konsekuensi positif. Kontrol diri merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan dan digunakan individu selama proses proses dalam kehidupan, termasuk dalam mengahadapi kondisi yang terdapat dilingkungan sekitarnya. Menurut Wolfe & Higgins (2008), dijelaskan bahwa self-control merupakan kecenderungan individu untuk mempertimbangkan berbagai konsekuensi, untuk perilaku. Sedangkan self-control dikatakan sebagai kemampuan manusia untuk menahan dan mengendalikan perilaku sosial yang tidak pantas. Kontrol diri, merupakan suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya. Selain itu, juga kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor -faktor perilaku sesuai situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi kemampuan untuk mengendalikan perilaku, kecenderungan menarik perhatian, keinginan mengubah perilaku agar sesuai untuk orang lain, menyenangkan orang lain, selalu konform dengan orang lain dan menutupi perasaannya. Cahoun dan Acocella (1990), mengemukakan dua alasan yang mengharuskan individu mengontrol diri secara kontinu. Pertama, individu hidup bersama kelompok sehingga dalam memuaskan keinginannya individu harus mengontrol perilakunya agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Kedua, masyarakat mendorong individu untuk secara konstan menyusun standar yang lebih baik bagi dirinya. Ketika berusaha memenuhi tuntutan, dibuatkan pengontrolan diri agar dalam proses pencapaian standar tersebut individu tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Kontrol diri berkaitan dengan bagaimana individu mengendalikan emosi serta dorongan dorongan dari dalam dirinya. Ada dua kriteria yang menentukan, apakah kontrol emosi dapat diterima secara sosial atau tidak. Kontrol diri dapat diterima bila reaksi masyarakat terhadap pengendalian emosi adalah positif. Namun, reaksi positif saja tidaklah cukup karenanya perlu diperhatikan kriteria lain, yaitu efek yang muncul setelah mengontrol emosi terhadap
kondisi fisik dan psikis. Kontrol emosi seharusnya tidak membahayakan fisik dan psikis individu. Artinya, dengan mengontrol emosi kondisi fisik dan psikis individu harus membaik.

CIRI-CIRI KONTROL DIRI
Menurut Thompson (dalam Smet, 1994 : 95) ciri-ciri kontrol diri antara lain :
1. Kemampuan untuk mengontrol perilaku atau tingkah laku impulsif yang ditandai
dengan kemampuan menghadapi stimulus yang tidak diinginkan dengan cara mencegah menjauhi stimulus, merapatkan tenggang waktu diantara stimulus yang sedang berlangsung, menghentikan stimulus sebelum berakhir dan membatasi intensitas stimulus, kemampuan membuat perencanaan dalam hidup, mampu mengatasi frustasi dan ledakan emosi serta kemampuan untuk menentukan siapa yang mengendalikan perilaku, dalam hal ini bila individu tidak mampu mengontrol dirinya sendiri, maka individu menggunakan faktor eksternal.
2. Kemampuan menunda kepuasan dengan segera untuk keberhasilan mengatur perilaku
dalam mencapai sesuatu yang lebih berharga atau diterima dalam masyarakat.
3. Kemampuan mengantisipasi peristiwa yaitu kemampuan untuk mengantisipasi
keadaan melalui berbagai pertimbangan secara relatif obyektif. Hal ini didukung dengan adanya informasi yang dimiliki individu.

ANALISIS :
Pemakaian internet yang berlebih hingga menjadi kecanduan dapat disebabkan karena rendahnya self control yaitu kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri, kemampuan untuk menekan, merintangi impuls-impuls atau tingkah laku impulsif. Di mana self control ini penting untuk dikembangkan karena individu tidak hidup sendiri melainkan bagian dari kelompok masyarakat. Individu mampu mengontrol diri berarti individu memiliki
self control. Pusat dari konsep self control adalah kemampuan untuk mengesampingkan atau mengubah tanggapan batin, serta untuk menekan kecenderungan perilaku yang tidak diinginkan dan menahan diri dari tindakan menyimpang. Tingkah laku individu ditentukan oleh dua variabel yakni variabel internal dan variabel eksternal. Sekuat apapun stimulus dan penguat eksternal, perilaku individu masih bisa dirubah melalui proses kontrol diri (Skinner dalam Alwisol, 2009). Artinya meskipun kondisi eksternal sangat mempengaruhi, dengan kemampuan kontrol diri individu dapat memilih perilaku mana yang akan ditampilkan. remaja yang mengalami internet addiction karena mungkin awalnya mengakses internet hanya untuk pemenuhan akan kebutuhan informasi tetapi lama kelamaan internet digunakan untuk hal lainnya seperti game dan hiburan. Kecanduan ini berawal dari ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol diri untuk terkoneksi dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya . Seiring perkembangan usianya, remaja seharusnya mampu mengendalikan diri
dengan baik. Jika diakitkan dengan teori Pekembangan Kognitif, menurut Piaget kemampuan kognitif pada remaja telah mencapai tahap pelaksanaan operasional formal. Pada tahap operasional formal ini remaja seharusnya sudah mampu memutuskan, menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya. Ada 2 faktor yang dapat menimbulkan Internet Addiction, yaitu faktor internal yang lebih mengarah pada pola pemikiran dan kepribadian mahasiswa sendiri. Terdapat juga faktor ekternal yaitu adanya sarana dan prasarana yang memungkinkan untuk mengakses internet terus menerus seperti orang terdekat, jenis gadget, pulsa, dll.

DAMPAK INTERNET ADDICTION
• Dampak Positif
1. Internet sebagai media komunikasi, pastinya kita sudah tidak asing lagi
dengan media sosial seperti, instagram, bbm, whatsapp, snapchat, path, dsb. Aplikasi – aplikasi tersebut, membantu kita untuk melakukan komunikasi seperti chatting. Jika jaman dahulu kita harus menggunakan SMS jika ada perlu dengan seseorang, tetapi sekarang jaman sudah canggih, jadi kita hanya perlu menggunakan aplikasi – aplikasi tersebut untuk melakukan komunikasi, bahkan video call. Bagi mahasiswa, bisa memudahkan mereka untuk berkomunikasi dengan dosennya. 2. internet sebagai sumber informasi, sudah jelas sekali internet merupakan sumbernya informasi – informasi. Contohnya saja, jika kita mendapat tugas dari dosen, dan ternyata materinya dibuku tidak ada, maka kita tidak perlu khawatir. Dengan menggunakan google, dan mengetikkan keyword, kita akan
mendapatkan banyak informasi dari berbagai macam sumber dan juga kita bisa meminta materi dari dosen via email tanpa harus mengeprint dan membuang – buang kertas, hanya cukup download file yang di kirim lalu dengan smartphone yang anda punya, kita sudah bisa membuka file tersebut.
3. Internet sebagai sarana pendidikan dan juga hiburan, di jaman era modern ini,
kita tidak perlu membeli buku untuk belajar, karena adanya fasilitas internet yang memudahkan kita untuk browsing, kita bisa mencari Ebook /Text Book dalam bentuk PDF tanpa harus mengeluarkan uang untuk membelinya. Kita hanya perlu mendownload file tersebut.
4. Menjadi hiburan ketika jenuh namun harus digunakan dengan sewajarnya.

• Dampak Negatif
1. Karena mudahnya informasi – informasi yang kita dapat dari
membuat para mahasiswa dengan mudahnya memplagiat karya orang lain tanpa mencantumkan sumbernya. Sudah menjadi hal yang biasa “copy paste” di kalangan mahasiswa.
2. Dengan informasi yang sangat banyak dan tak terhingga didunia internet
mengurangi waktu bergaul dengan teman-teman yang lain. Karena sekarang komunikasi sudah sangat mudah, kita lebih sering chatting dengan teman di dunia maya. Berkurangnya quality time saat berkumpul.
3. Banyak mahasiswa yang lupa waktu jika sudah bermain dengan gadgetnya.
Hal itu membuat kita menjadi pribadi yang malas, karena hanya menghabiskan waktu luang surfing, browsing hal – hal yang tidak bermanfaat.
4. Menyebabkan internet addiction disorder yaitu gangguan kecanduan yang disebabkan oleh internet.


CARA MENGATASI INTERNET ADDICTION
1) melakukan kegiatan yang anda senangi (hobi), dengan begitu anda dapat mengurangi intensitas penggunaan internet
2) Anda dapat melakukan detoks internet dengan cara tidak berhubungan dengan alat elektronik yang berhubungn dengan internet pada waktu-waktu tertentu. Ketika Anda sedang melakukan detoks internet anda dapat mengisi waktu dengan kegiatan seperti berolahraga, membaca buka, atau melakukan hal-hal simple seperti menata ruangan.
3) Berinteraksi dengan teman secara langsung, dan membuat waktu yang berkualitas dengan tidak menggunakan Gadget.
4) Perbanyak ilmu dan pengetahuan mengenai dampak penggunaan internet, sehingga kita dapat membatasi diri dan menyadari mana hal yang baik dan hal yang buruk.
5) Jangan membiasakan menggunakan internet untuk mencari hiburan, karena dengan banyaknya hiburan yang kita lihat diinternet sepeti, game online, video online dan sebagainya akan menyebabkan berkurangnya waktu Anda untuk bersosialisasi dengan orang-orang terdekat anda.
6) Biasakan meluangkan waktu untuk Family Time setiap hari. Biasakanlah meluangkan waktu untuk sekedar berbincang, bercerita mengenai kegiatan anda dalam satu hari bersama keluarga, atau hanya sekedar bercanda, hal tersebut cukup efektif untuk anda tidak berinteraksi dengan internet.
7) Kurangi intensitas penggunaan internet sedikit demi sedikit. Kebiasaan berlama-lama didepan internet seperti menghabiskan waktu seharian untuk browsing akan berdampak buruk pada kesehatan, maka mulailah kurangi kebiasaan tersebut secara perlahan.
8) Mengubah pola kebiasaan online. Jika kebiasaan online Anda menghabiskan waktu seharian untuk hal-hal yang tidak terlalu bermanfaat bagi Anda, maka mulailah mengubah prioritas online Anda, misalnya gunakan internet untuk membaca email, membaca berita, dan mencari tugas.

DAFTAR PUSTAKA :
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/epj/article/view/2650

https://pijarpsikologi.org/agar-tidak-kecanduan-internet-ini-tipsnya/

https://lailanabilah03.wordpress.com/2016/10/17/dampak-positif-dan-negatif-internet-di-
lingkungan-mahasiswa/

http://eprints.umg.ac.id/2860/2/BAB%20II.pdf

Disusun oleh : Kelompok 6
1. Fathimah Azzahra Kamila (12518587)
2. Ika Yuniati Ningsih (13518238)
3. Lamiya Lukman Faris (13518743)
4. Rafi Alifian (15518752)
5. Rifani Indrianti (16518134)

Jumat, 27 Maret 2020

Dampak negatif penggunaan internet terhadap perkembangan kognitif anak usia dini


A.     Sebuah Ilustrasi

(Kasus pertama )


(Kasus kedua)




A.     Teori Perkembangan Kognitif  
Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan anak. Kemampuan kognitif anak akan mengalami perkembangan tahap demi tahap. Kemampuan kognitif  dapat dipahami sebagai kemampuan anak untuk berpikir secara kompleks serta melakukan penalaran. Sehingga apabila kemampuan kognitifnya berkembang secara benar maka anak akan mampu berinteraksi dengan baik kepada orang orang disekitar lingkungannya.
Menurut Piaget, anak-anak memiliki cara berpikir berbeda dari orang dewasa. Piaget membagi tahapan perkembangan kognitif anak usia dini dalam empat tahap.
1.         Tahap sensorimotor (0-24 bulan)
Setiap bayi lahir dengan refleks bawaan dan dorongan untuk mengeksplorasi dunianya. Pada tahap perkembangan kognitif awal ini, si Kecil belum dapat mempertimbangkan kebutuhan, keinginan, atau kepentingan orang lain, sehingga ia dianggap “egosentris”.
2.         Tahap praoperasional (2-7 tahun)
Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, meski masih sangat terbatas. Si Kecil pun sudah masuk ke dalam lingkungan sosial. Si Kecil juga masih tergolong “egosentris” karena hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang diri sendiri dan kesulitan melihat dari sudut pandang orang lain. Ia sudah dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda berwarna merah, walaupun bentuknya berbeda-beda.
3.         Tahap operasional konkret (7-11 tahun)
Pada masa ini, anak sudah mampu melakukan pengurutan dan klasifikasi terhadap objek maupun  situasi tertentu. Kemampuan mengingat dan berpikir secara logis si Kecil pun makin meningkat. Ia mampu memahami konsep sebab-akibat secara rasional dan sistematis sehingga si Kecil mulai bisa belajar matematika dan membaca. Pada tahapan ini pula sifat “egosentris” si Kecil menghilang secara perlahan. Ia kini sudah mampu melihat suatu masalah atau kejadian dari sudut pandang orang lain.
4.         Tahap operasional formal (mulai umur 11 tahun)
Pada masa ini, anak sudah mampu berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. Ia dapat menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.
Kemampuan yang berkembang pada memori pada masa kanak-kanak awal. Model pemrosesan informasi mendeskripsikan tiga tahap dalam mengingat :
  ü  Encoding : Proses dimana informasi dipersiapkan untuk penyimpanan jangka panjang dan                pemanggilan kembali di kemudian hari.
  ü  Storage : Penyimpanan ingatan untuk penggunaan di masa depan.
  ü  Retrieval : Proses dimana informasi diakses atau dipanggil kembali dari penyimpanan ingatan.


Analisa :

(kasus pertama)
Karena anak tersebut masih berusia 3-5 tahun maka dapat di kaitkan dengan tahap praoperasional. Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, meski masih sangat terbatas. Rangsangan tersebut berupa pemberian gadget oleh orang tuanya sehingga si anak mulai merespon apabila gadget tersebut ada. Anak juga masih tergolong “egosentris” karena hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang diri sendiri dan kesulitan melihat dari sudut pandang orang lain. Dapat terlihat dari kasus tersebut, sang anak hanya sibuk memainkan gadget untuk mengakses internet sampai tidak melakukan hal lain seperti makan, buang air kecil, dan buang air besar. Hal tersebut terjadi karena anak masih belum mengerti apa yang ia lakukan, menurut pandangannya hal itu adalah benar dan tidak menjadi masalah, berbeda dengan pandangan ibu nya.  Anak pun sudah masuk ke dalam lingkungan sosial yang seharusnya ia lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, bukan menjadi  anak yang kurang bersosialisasi dengan dunia nyatanya karna lebih fokus terhadap dunia maya. Usia  3 tahun pada anak, ialah dimana usia tersebut sering disebut dengan masa “Golden Age” dimana seharusnya kita melatih hal-hal yang positif untuk anak karena anak anak selalu mengingatnya.

(kasus kedua)  
Pada kasus kedua juga anak masih berumur 4 tahun, itu tanda nya terkait dengan tahap Praoperasional. Pada masa ini, anak mulai dapat menerima rangsangan, meski masih sangat terbatas. Rangsangan tersebut berupa pemberian gadget terlalu dini oleh orang tuanya sehingga si anak mulai merespon apabila gadget tersebut ada. Karena anak masih tergolong egosentris, maka yang ia lakukan hanyalah memainkan kesenangannya tersebut sampai  lupa untuk menanggapi hal hal yang ada disekitarnya. Perkembangan kognitif mulai terlihat terganggu ketika ia mulai lambat merespon dan menjawab jika diajak berbicara atau bahkan tidak menjawab sama sekali. Perilaku emosianal yang ditimbulkan dari mengakses internet berlebihan juga cerminan dari masa egosentris nya, karena ia hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang diri sendiri dan kesulitan melihat dari sudut pandang orang lain. Sehingga ketika ia memukul dan memarahi teman teman nya yang ia tangkap adalah hal tersebut benar karena merasa terancam akan gangguan terhadap kesenangannya yaitu mengakses internet di gadget.
Dari (kasus 1) dan (kasus 2) juga berkaitan dengan pemrosesan informasi dalam memori . Dimulai dari tahap encoding, ketika anak diberikan informasi dari orang disekitarnya seperti orang tua berupa sesuatu yang seharusnya belum di perkenalkan kepada anak usia dini seperti internet maka ia akan mengganggap informasi tersebut adalah sesuatu yang tidak menjadi masalah dan mulai akan dipikirkan dalam jangka panjang. Selanjutnya tahap storage, pada tahap ini anak mulai mengingat dan menyimpannya didalam ingatan bahwa internet akan dapat diaksesnya kembali. Hingga tahap retrieval, anak tersebut sepenuhnya ingat dan mengakses internet tersebut bahkan apabila ia lupa maka ingatan itu kan dapat dimunculkannya kembali. 


Kesimpulan 

Perkembangan kognitif pada anak ,khususnya anak usia dini merupakan hal penting bagi orang tua. Karena orang tua adalah pengajar pertama di dalam kehidupan anak. Orang tua harus selalu mendampingi perkembangan anaknya agar tidak terjadi gangguan yang tidak seharusnya terjadi. Penggunaan internet berlebih yang terlalu dini untuk anak, dapat menimbulkan banyak dampak bagi perkembangannya khususnya perkembangan kognitif. 


Daftar Pustaka
Arya. 2010. Perkembangan kognitif pada anak. (online). (http://ilmupsikologi.wordpress.com/2010/03/31/perkembangan-kognitif-pada-anak/. Diakses 22 maret 2020.
Desmita. 2009. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.



Nama anggota kelompok :
  1. Fathimah Azzahra Kamila (12518587)
  2. IkanYuniati ningsih (13518238)
  3. Lamiya Lukman Faris (13518743)
  4. Rafi Alfian P (15518752)
  5. Rifani Indrianti (16518134)







                                                                                                   








Dampak Positif Penggunaan Internet Terhadap Interaksi Sosial Antar Individu



  • Ilustrasi   

Ada Perkembangan sosial terlihat cukup maju dewasa ini, dimana peningkatan interakasi sosial yang berjumlah cukup tinggi berbasis teknologi informatika. Sosial Media seperti Facebook, WhatsApp, BBM, Instagram, Twitter dan sosial media lainnya. Berdasarkan laporan International Telecom Union (ITU) pada tahun 2012 mencatat bahwa Indonesia menempati sebagai negara pengguna sosial media kedua terbesar dunia setelah Filipina. luar biasa bukan?
 Sedangkan menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Pengguna Internet sudah mencapai 63 juta orang, dari para pengguna tersebut tedapat 95% menggunakan Internet untuk kebutuhan media sosial, bahkan Indonesia menduduki peringkt ke-4 penggunaan Facebook dengan 65 pengguna aktif, Peringkat ke -5 pengguna Twitter, dengan 19,5 juta pengguna aktif, Google dengan 3,4 juta pengguna, Line 10 Juta Pengguna dan sebagianya.
Jumlah yang sangat-sangat fantastis. Dari data-data tersebut menjadikan pola keseharian masyarakat di Indonesia khususnya sering menjalankan program Internet sebagai proses interaksi sosial. Kita bahkan bisa mempelajari dan mengenal karakter seseorang lewat caranya memposting status, berkomentar ataupun bahkan dengan melihat teman-temannya di akun jejaring sosialnya. Media sosial sangat memungkinkan masyarakat berinteraksi bersosial dengan siapapun, tanpa terbatas ruang dan waktu, bahkan jarak sekalipun namun perlu di ingat sikap bijaksana dan beretika tetap di kedepankan dalam menggunakan internet dan berselancar menggunakan jejering sosial media. (AFN)
                         
  •         Teori Psikologi Sosial Terhadap Interaksi Antar Individu

Psikologi Sosial adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mengkaji tingkah laku individu di dalam situasi sosial, dengan melakukan kajian dan analisis tentang bagaimana manusia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Berdasarkan pengetahuan tersebut, Psikologi Sosial membuat intervensi untuk membentuk tingkah laku manusia agar lebih adaptif dan tepat guna dalam situasi dimana manusia itu berada.
Teori kognitif-sosial Albert Bandura berusaha menjelaskan belajar dalam latar naturalistik. Berbeda dengan latar laboratorium, lingkungan sosial memberi banyak kesempatan bagi individu untuk mendapatkan keterampilan dan kemampuan yang kompleks melalui observasi perilaku model dan konsekuensi behavioral.

Area penelitian psikologi sosial di kaji berdasarkan empat tingkat analisis, yaitu (1) Intraindividu, (2) Antarindividu, (3) Intrakelompok, dan (4) Antarkelompok. Pada tingkat Intraindividu, fokus kajiannya pada proses-proses internal individu dalam situasi sosial tertentu; misalnya proses kognisi, afeksi, biologis dan persarafan, konsep diri atau kepribadian individu tersebut. Pada tingkat Antarindividu, tingkah laku manusia dikaji melalui proses yang terjadi antarindividu yang terlibat dalam suatu situasi; misalnya komunikasi, pola relasi, dan peran figur signifikan. Pada tingkat Intrakelompok, fokus kajian terutama pada berbagai proses dan tingkah laku yang terjadi di dalam kelompok tempat individu menjadi anggotanya; misalnya status, peran, kepemimpinan dan kerja sama di dalam kelompok. Terakhir, pada tingkat Antarkelompok, area penelitian berfokus pada proses dan tingkah laku yang terjadi dalam interaksi antar kelompok; misalnya identitas kelompok, stereotipe dan prasangka, kekuasaan, relasi kelompok mayoritas-minoritas, kerja sama dan konflik antarkelompok.
Keempat tingkat analisis serta masing-masing topik di dalamnya dikembangkan dengan metode ilmiah dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan serta diterapkan dalam berbagai program intervensi.
Dampak Psikologis Teknonologi Internet Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan menutup diri terhadap komunikasi sosial dengan kebanyakan ngebrowse atau karena internet dapat dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadian. Hal itu dapat terjadi karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online 11 Universitas Pasundan dengan offline. Motivasi dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah karena individu tersebut tidak puas/suka terhadap diri sendiri (mungkin karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), menciptakan dan menampilkan kepribadian yang lain seringkali lebih suka pada kepribadian hasil rekayasa yang baru karena tampak ideal. Salah satunya internet mempengaruhi pola interaksi antar manusia.
Pola Interaksi Antar Manusia Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah mengubah pola lnteraksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anakanak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

  •          Analisis

Pada era digital seperti sekarang, internet sangatlah bermanfaat, contoh seperti pada kasus diatas yaitu sebagai interaksi antar individu untuk bersosialisasi. Internet memudahkan individu dalam melakukan interaksi sosial tanpa harus bertatap muka karena dengan adanya internet kita bisa melakukan interaksi  jarak jauh melalui sosial media yang tersedia.
Dengan adanya internet, individu dengan mudah mendapatkan banyak teman bahkan orang asing sekalipun, dengan begitu dapat membuat individu dengan mudahnya mempelajari dan menguasai bahasa asing dengan teman-temannya. Interaksi yang mudah dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Adanya internet juga membuat silaturahmi antar individu menjadi sangat baik, contohnya dengan keluarga yang jauh dan sulit untuk bertemu, individu tidak lagi khawatir apabila tidak dapat menghubungi dan menanyakan kabarnya karena dengan internet dan banyaknya social media individu dapat saling bertukar kabar bahkan melihat wajah dan keadaan satu sama lain.



Daftar Pustaka
  1. Fathimah Azzahra Kamila (12518587)
  2. IkanYuniati ningsih (13518238)
  3. Lamiya Lukman Faris (13518743)
  4. Rafi Alfian P (15518752)
  5. Rifani Indrianti (16518134)

Keterkaitan Antara Psikologi dengan Teknologi Informasi


*      PENGERTIAN  PSIKOLOGI
Psikologi menurut Wundt adalah ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Dari batasan ini dapat dikemukakan bahwa dalam psikologi, keadaan jiwa direfleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang dipelajari dalam psikologi. Sedangkan Branca menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia.
Sehingga dapat dikatakan bahwa psikologi mempejari tentang manusia. Salah satunya mengenai bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya yang dapat ditinjau dari banyak aspek. Pengetahuan tentang interaksi manusia dan lingkungannya ini pun kemudian digunakan untuk memperbaiki atau meminimalisir kerusakan atau hal-hal negarif yang timbul atau terjadi.
*      TEKNOLOGI INFORMASI
Haag den Keen (1996), Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda dalam bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemprosesan pada informasi.
Lalu, apa sajakah yang termasuk ke dalam peralatan teknologi informasi dan komunikasi? Berikut adalah beberapa diantaranya.
1. Komputer 
Komputer adalah salah satu teknologi informasi yang berkembang dengan sangat cepat. Komputer adalah salah satu alat elektronik dan alat mekanik yang memungkinkan untuk membawa fungsi-fungsi matematika ke tingakatan yang lebih tinggi dan akurat

2. Laptop atau PC tablet
Tidak seperti komputer desktop, notebook atau laptop ditujukan untuk portabilitas, daya yang rendah sehingga hanya dapat digunakan untuk jangka waktu tertentu. Agar dapat digunakan tanpa sambungan listrik, batere laptop perlu diisi ulang.

3. Radio 
                                                                                                                                                                  Radio adalah salah satu teknologi informasi yang menggunakan                                      gelombang radio untuk mengirimkan informasi seperti suara dengan cara                            mengatur secara sistematis sifat-sifat gelombang energi elektromagnetik                              yang ditransmisikan melalui ruang angkasa seperti amplitudo, frekuensi,                              fase, dan lain-lain.

                       
                         4. Televisi 

 Salah satu teknologi informasi yang sangat popular adalah televisi.                                         Televisi merupakan media telekomunikasi yang digunakan untuk                                             mentransmisikan gambar bergerak dalam warna monokrom atau hitam                                 putih, atau berwarna, dengan bentuk dua atau tiga dimensi serta suara.




5.   Telepon atau Hanphone
     Telepon adalah salah satu peralatan teknologi komunikasi sekaligus                                       perangkat telekomunikasi yang memungkinkan dua pengguna atau                                       lebih melakukan percakapan saat mereka terlalu jauh untuk didengar                                     secara langsung.


6.    Satelit Komunikasi
Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang berfungsi untuk mengirimkan dan menguatkan sinyal telekomunikasi radio melalui transponder. Satelit komunikasi menciptakan sebuah saluran komunikasi antara sumber pemancar dan penerima di lokasi yang berbeda di Bumi. Satelit komunikasi digunakan untuk televisi, telepon, radio, internet, dan militer.

7. Internet 

internet adalah sistem global yang terdiri dari computer dan jaringan computer yang saling berhubungan, yang berkomunikasi dengan menggunakan protocol TCP/IP. Meskipun pada awalnya internet dimaksudkan untuk pertukaran data sederhana, kini internet telah berkembang mempengaruhi seluruh domain masyarakat, seperti ekonomi, sosialisasi, informasi, layanan kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. 

*      DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DARI SUDUT PANDANG PSIKOLOGIS
Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, tak dapat dinafikkan bahwa media komunikasi berteknologi saat ini sangat berkembang dengan pesat. Mungkin perkembangan teknologi komunikasi ini akan lebih cepat daripada perkembangan teknologi transportasi. Sebagai suatu misal, perkembangan HP, internet, televisi dan teknologi komunikasi lainnya akan lebih cepat daripada perkembangan mobil dan lain sebagainya.
Selain adanya kelebihan pada teknologi komunikasi (hi-tech communication) yang telah disinggung pada bagian sebelumnya maka sebenarnya terdapat beberapa dampak psikologis, antaranya;
A.    Individual space meningkat, yaitu meningkatnya ruang invidual karena telah memperoleh informasi melalui media komunikasi yang canggih, misalnya internet. Orang akan lebih menyukai duduk di depan computer yang berinternet daripada bersosialisasi dengan orang lain di dunia nyata. Dengan demikian, social space akan menyempit dan digusur dengan individual space tersebut.
B.    Kecemasan sosial terhadap suatu fenomena meningkat. Dengan adanya media komunikasi yang berteknologi tinggi maka informasi akan lebih cepat menyebar. Contohnya, informasi mengenai wabah flu burung. Sebelum adanya informasi tersebut, orang tidak takut mengkonsumsi unggas. Namun setelah adanya informasi yang menyebar dengan cepat mengenai flu burung maka kecemasan sosial terjadi, yaitu orang merasa takut untuk mengkonsumsi unggas. Begitu juga fenomena tsunami di Aceh, sehingga setiap kali gempa di beberapa daerah, orang akan mencari informasi tentang kemungkinan tsunami. Inilah yang menjadi contoh adanya kepanikan sosial (social anxiety) karena media komunikasi berteknologi tinggi yang membahana.
C.   Kebutuhan komersial masyarakat meningkat; sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa media komunikasi yang hi-tech akan mempengaruhi minat audience dan mempersuasi audience. Oleh karena itu, hal ini digunakan oleh perusahaan jasa komunikasi dan perusahaan komersial untuk memanfaatkan sifat konsumerisme masyarakat ini.
1)    Kriminalitas meningkat; jika kita melihat tayangan di TV mengenai informasi atau film tentang kriminalitas dengan modus yang canggih maka ini sebenarnya merupakan inspirasi bagi pelaku kejahatan lainnya. Proses meniru tayangan kriminalitas ini yang dikenali sebagai modeling perilaku kejahatan. Apalagi kalau kita mencermati modus operandi kejahatan di dunia maya (internet) yang sedang marak maka seolah-olah mudah sekali melakukan kejahatan yang dibantu dengan media komunikasi berteknologi tinggi. Masih ingat kasus penipuan melalui e-mail, HP dan chatting?
2)    Pemenuhan rasa ingin tahu (need of curiousity); sudah menjadi kodrat manusia diciptakan dengan kekuatan pemikiran yang luar biasa. Pemikiran ini yang dirangsang dengan rasa ingin tahu atau penasaran yang besar. Dengan media komunikasi yang berteknologi tinggi, terjawablah rasa penasaran manusia tentang apapun itu. Semua bisa kita cari di internet dengan menggunakan kata kunci tertentu.
3) Teknologi dapat mengurangi kreativitas; teknologi yang menjadi alat bantu manusia menjanjikan sejuta efisiensi. Oleh karena itu, manusia akan menjadi malas karena kemajuan teknologi tersebut. Sebagai misal, aktivitas copy-paste di mahasiswa akan menjadi budaya plagiat di kemudian hari. Pada akhirnya kreativitas seseorang dapat menurun jika ia tak pandai memanfaatkan teknologi untuk pengembangan dirinya.

Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat saya ambil, bahwa teknologi informasi sangat berkaitan dengan ilmu Psikologi. Mengapa? Karna pada era Globalisasi saat ini Teknologi Informasi sangat bermanfaat dalam bidang Psikologi, seperti dalam bidang psikologi pendidikan dimana para psikolog dan ilmuan psikolog banyak menggunakan komputer, laptop atau PC untuk untuk mengerjakan tugas, menyusun penulisan ilmiah, dan juga penelitian. Dan sama halnya seperti internet, dalam 

Daftar Pustaka

Contoh Kasus Flaming

A. KASUS FLAMING   Hal ini bermula dari video Bintang Emon yang menyindir soal kasus Novel Baswedan. Pria bernama asli Gusti Muhammad Ab...